Wednesday, April 17, 2013

Kisah Sukses Susi Pengepul Ikan "The Inspiring Woman"

Belajar Kisah Sukses Susi Pengepul Ikan "The Inspiring Woman"

Susi Pengepul Ikan Itu Sudah Menjadi Juragan Pesawat!!


Berawal dari keikutsertaan kantorku sebagai peserta dalam Pameran Produk Ekspor (PPE) Tahun 2005 yang diadakan di Jakarta International Expo (JIE) aku memperoleh kesempatan untuk hadir dalam Business Meeting dimana pembicara dalam pertemuan itu adalah Mari Elka Pangestu sebagai Menteri Perdagangan dan Susi Pudjiastuti (SP) sebagai penerima penghargaan Primaniarta yaitu penghargaan sebagai UKM Ekspor terbaik tahun 2005. Saat itulah aku, untuk pertama kalinya mengenal sosok wanita yang bernama 'Susi Pudjiastuti' .
Kehadirannya pada pertemuan itu adalah sebagai success story untuk memotivasi pengusaha-pengusaha khususnya pengusaha UKM (Usaha Kecil dan Menengah) yang berorientasi ekspor. Penghargaan Primaniarta yang diperoleh SP sebagai pemilik PT. ASI Pudjiastuti Marine Product, perusahaan yang bergerak di bidang hasil laut. Konsep usahanya, SP menampung langsung hasil laut yang diperoleh para nelayan di sekitar pesisir laut Pangandaran Ciamis Jawa Barat dan langsung mengirimkan produk laut tersebut ke tangan konsumen setelah melalui proses dengan teknologi termodern di Indonesia dengan menggunakan pesawat terbang miliknya.Sungguh sesuatu yang menakjubkan buatku mendengar kisah dan perjalanan panjang yang dilalui SP dalam membangun usahanya. SP bercerita tentang sekolahnya yang hanya sampai kelas 2 SMA, bukan masalah biaya yang menjadi alasan SP berhenti sekolah karena orang tuanya cukup kaya, tetapi hanya karena SP merasa tidak 'happy'. Hal inilah yang membuat hubungan dengan orang tuanya renggang sehingga SP memutuskan untuk bekerja. SP menjadi pengepul ikan, dan dia mencintai pekerjaannya itu. Roda berputar, naik turun menjadi siklus biasa untuk usahanya itu. Dari pesisir pantai Pangandaran sampai ke pesisir pantai di Sukabumi atau di sepanjang pesisir pantai utara Jawa, SP mendatangi suplier-suplier hasil laut dan mengangkutnya dengan truk ke Jakarta. Satu hal penting yang dilakukan SP adalah konsistensi dalam menjaga produknya pada kondisi terbaik sampai di tangan konsumen. Kegigihan dalam usahanya ini berbuah hasil dengan didirikannya perusahaan produk laut miliknya di bawah bendera PT. ASI PUDJIASTUTI MARINE PRODUCT.

Demi menjaga kualitas terbaik produk lautnya sampai ke tangan konsumen, SP nekat membeli pesawat untuk mengangkut hasil produknya. Tak disangka, tak dinyana, dari membeli pesawat untuk mengangkut hasil lautnya ternyata menginspirasi SP untuk mencari peluang di bidang pesawat carterar, usaha yang masih langka di Indonesia. Usaha pesawat carteran SP berada di bawah bendera PT. ASI PUDJIASTUTI AVIATION dengan brand Susi Air dan semakin berkembang dengan membuka jalur atau rute penerbangan ke daerah-daerah pedalaman, rute-rute yang tidak menjadi perhatian bagi perusahaan Airline besar.SP semakin membuatku kagum, tak hanya entrepreneurship- nya yang sangat luar biasa tetapi ditambah jiwa sosialnya yang tidak diragukan lagi. Hal ini bisa dilihat dari sepak terjangnya ketika bencana tsunami melanda Aceh, SP dengan pesawat miliknya selama beberapa minggu di daerah bencana, menjadi pesawat pertama yang membawa bantuan ke daerah-daerah yang tidak bisa dilalui dengan alat transportasi darat. Luar biasa….Tak salah, ketika blogdetik dalam rangka memperingati Hari Kartini (wanita yang menginspirasi seluruh wanita Indonesia) mengangkat tema "Inspiring Woman" dalam writing contest, aku memilih Susi Pudjiastuti sebagai "My Inspiring Woman" Dia menginspirasiku bahwa tak ada yang tak mungkin selama kita menjalaninya sepenuh hati. Aku yakin banyak pihak yang mengakuinya untuk hal ini, salah satunya adalah Metro TV memberikan penghargaan kepada SP sebagai "Inspiring Woman 2005″ dan tentu saja penghargaan PRIMANIARTA dari Presiden SBY sebagai "UKM Ekspor Terbaik 2005″ inilah yang membuatku bisa mengenal langsung seorang sosok wanita super… seorang "SUSI PUDJIASTUTI" si "Pengepul ikan yang kini jadi juragan pesawat"Kebanggaanku yang lain terhadap Susi Pudjiastuti adalah….. kami berasal dari kabupaten yang sama, Kabupaten Ciamis. Hehehehe……..Sayang, sesaat sebelum Business Meeting tersebut berakhir SP harus segera meninggalkan pertemuan karena jadwalnya yang cukup padat, padahal aku ingin sekali mengabadikannya dalam satu frame denganku. Mungkin nanti, kalau ada kesempatanku pulang kampung dan berwisata ke Pantai Pangandaran ingin kusempatkan mengunjungi pabrik hasil lautnya yang lokasinya tak terlalu jauh dari pantai. Inilah hasil 'googling' sosok " My Inspiring Woman" …..SUSI PUDJIASTUTI…. (sumber:Susi Pengepul Ikan Itu Sudah Menjadi Juragan Pesawat)
 http://jejaklangkah.blogdetik.com/2010/04/29/susi-pengepul-ikan-itu-sudah-menjadi-juragan-pesawat/?991102866
 http://jejakpetualangsungai.blogspot.com/2010/10/mancing-di-pantai-alam-indah-jongor.html
dikutip dari :
http://a289431visidanmisi.blogspot.com/2012/04/belajar-kisah-sukses-susi-pengepul-ikan.html

Sunday, March 17, 2013

Budaya dan Teknologi Part 4

 
Permainan dapat menghasilkan sejumlah besar pencarian ruang. Hal ini cukup besar dan kompleks yang membutuhkan suatu teknik yang tangguh untuk menentukan alternative pengekpsplorasian ruang permasalahan. Teknik ini dikenal dengan nama heuristic dan dan merupakan area utama dari penelitan tentang AI. Banyak hal yang biasanya dikenal sebagai kecerdasan tampaknya berada dalam heuristic yang digunakan oleh manusia untuk menyelesaikan permasalahannya.(Anita Desiani & Muhammad Arhami, 2006 : 8 )
Salah satu unsur penting kecerdasan buatan adalah menyangkut algoritma pencariannya. Beberapa algoritma pencarian yang dikenal, antara lain:
  1. Heuristic.
Proses pencarian heuristic bekerja untuk menemukan jawaban yang paling cocok, ditujukan untuk mendapatkan performa pencarian yang baik dan mudah, dengan konsekuensi tingkat akurasi yang tidak terjamin. Algoritma heuristic mencoba untuk meniru otak manusia saat menebak, dengan alasan yang masuk akal.
Heuristic umumnya digunakan saat menghadapi masalah yang kompleks atau memiliki informasi yang kurang memadai. Misalnya pada saat dihadapkan pada pilihan untuk menentukan minuman yang paling enak di antara beberapa jenis minuman, sementara informasi yang adalah harga minuman,maka dapat diciptakan sebuah rule agar secara heuristic akan dipilih minuman dengan harga termahal sebagai minuman yang paling enak.
Tentu saja hal tersebut tidak menjamin bahwa pilihan itu benar, tetapi pilihan tersebut adalah pilihan yang paling masuk akal dan sederhana oleh otak manusia dengan keterbatasan informasi yang tersedia pada kasus tersebut.
  1. Local.
Pencarian lokal berusaha untuk melakukan optimasi, misalnya dengan teknik Hill Climbing. Teknik Hill Climbing dapat digunakan untuk memecahkan persoalan yang memiliki banyak alternatif solusi untuk kemudian memilih solusi yang terbaik. Cara kerjanya dimulai dengan memilih solusi acak, kemudian dilakukan perubahan sedikit demi sedikit, setiap perubahan menghasilkan solusi yang lebih baik. Saat perubahan yang dilakukan tidak lagi mendapatkan solusi yang lebih baik, algoritma Hill Climbing akan berhenti mencari dan menentukan solusi terakhir sebagai solusi yang optimal.
Contoh penggunaan Hill Climbing pada kecerdasan buatan adalah pencarian rute terbaik, dari berbagai kemungkinan rute yang ada. Contoh lain dari pencarian local adalah teknik pencarian Beam (Beam Search) dan Simulated Annealing (SA).
  1. Genetic.
Pencarian dengan algoritma genetic meniru proses seleksi alam atau proses evolusi seperti inheritance, mutasi, seleksi, dan kombinasi ulang (crossover). Dengan algoritma genetic, diharapkan mesin dapat menghasilkan kreativitas, hal ini  melahirkan cabang kecerdasanbuatan yang dinamakan kreativitas buatan (Artifi  cial Creativity). Aplikasinya bisa jadi mengarahkan mesin untuk dapat menciptakan musik, desain, dan lain sebagainya.
Walaupun pada dasarnya bahasa pemrograman yang umum digunakan seperti Visual Basic, C++, Delphi, FoxPro, dan sebagainya memungkinkan untuk menciptakan sebuah aplikasi kecerdasan buatan, tetapi para pengembang kecerdasan buatan telah membuat bahasa pemrograman yang khusus untuk keperluan tersebut.

Thursday, February 28, 2013

Budaya dan teknologi Part 3

 landasan teori


Terlibatnya otak dalam proses permainan game yang menjadikan game entertainment salah satu sarana potensial untuk mengembangkan dan melatih kemampuan, kreativitas, konsentrasi dan daya tahan otak manusia. Lebih dari itu jika hal ini dilakukan secara tepat sejak usia dini, memungkinkan seseorang untuk mempunyai kemampuan otak yang lebih ketika beranjak dewasa, dan membuat orang tersebut sedikit lebih mudah memahami dan memasuki dunia pembelajaran akademis serta bersaing dan berinovasi di dunia kerja. Namun tentunya untuk hal ini diperlukan game yang mempunyai muatan positif dan mampu membangun karakter sebuah manusia. Karena itu kita harus selektif dalam memilih game apa yang boleh kita mainkan. Perkembangan dunia game yang sangat dahsyat dan jenis game yang bermacam-macam, mendorong terciptanya beberapa game yang “tidak membangun” dan memberikan lebih banyak dampak negatif terhadap perkembangan mental manusia. Beberapa hal positif dari perkembangan game di atas dan ladang pekerjaan yang cukup menjanjikan di dunia gaming industry, menjadikan berbagai ilmu dan metode dalam produksi game entertainment merupakan salah satu ilmu yang patut dipelajari dan dikembangkan.  ( http://webmail.informatika.org/~rinaldi/Matdis/2006-2007/Makalah/Makalah0607-13.pdf )
Permainan dapat menghasilkan sejumlah besar pencarian ruang. Hal ini cukup besar dan kompleks yang membutuhkan suatu teknik yang tangguh untuk menentukan alternative pengekpsplorasian ruang permasalahan. Teknik ini dikenal dengan nama heuristic dan dan merupakan area utama dari penelitan tentang AI. Banyak hal yang biasanya dikenal sebagai kecerdasan tampaknya berada dalam heuristic yang digunakan oleh manusia untuk menyelesaikan permasalahannya.(Anita Desiani & Muhammad Arhami, 2006 : 8 )