Sunday, March 17, 2013

Budaya dan Teknologi Part 4

 
Permainan dapat menghasilkan sejumlah besar pencarian ruang. Hal ini cukup besar dan kompleks yang membutuhkan suatu teknik yang tangguh untuk menentukan alternative pengekpsplorasian ruang permasalahan. Teknik ini dikenal dengan nama heuristic dan dan merupakan area utama dari penelitan tentang AI. Banyak hal yang biasanya dikenal sebagai kecerdasan tampaknya berada dalam heuristic yang digunakan oleh manusia untuk menyelesaikan permasalahannya.(Anita Desiani & Muhammad Arhami, 2006 : 8 )
Salah satu unsur penting kecerdasan buatan adalah menyangkut algoritma pencariannya. Beberapa algoritma pencarian yang dikenal, antara lain:
  1. Heuristic.
Proses pencarian heuristic bekerja untuk menemukan jawaban yang paling cocok, ditujukan untuk mendapatkan performa pencarian yang baik dan mudah, dengan konsekuensi tingkat akurasi yang tidak terjamin. Algoritma heuristic mencoba untuk meniru otak manusia saat menebak, dengan alasan yang masuk akal.
Heuristic umumnya digunakan saat menghadapi masalah yang kompleks atau memiliki informasi yang kurang memadai. Misalnya pada saat dihadapkan pada pilihan untuk menentukan minuman yang paling enak di antara beberapa jenis minuman, sementara informasi yang adalah harga minuman,maka dapat diciptakan sebuah rule agar secara heuristic akan dipilih minuman dengan harga termahal sebagai minuman yang paling enak.
Tentu saja hal tersebut tidak menjamin bahwa pilihan itu benar, tetapi pilihan tersebut adalah pilihan yang paling masuk akal dan sederhana oleh otak manusia dengan keterbatasan informasi yang tersedia pada kasus tersebut.
  1. Local.
Pencarian lokal berusaha untuk melakukan optimasi, misalnya dengan teknik Hill Climbing. Teknik Hill Climbing dapat digunakan untuk memecahkan persoalan yang memiliki banyak alternatif solusi untuk kemudian memilih solusi yang terbaik. Cara kerjanya dimulai dengan memilih solusi acak, kemudian dilakukan perubahan sedikit demi sedikit, setiap perubahan menghasilkan solusi yang lebih baik. Saat perubahan yang dilakukan tidak lagi mendapatkan solusi yang lebih baik, algoritma Hill Climbing akan berhenti mencari dan menentukan solusi terakhir sebagai solusi yang optimal.
Contoh penggunaan Hill Climbing pada kecerdasan buatan adalah pencarian rute terbaik, dari berbagai kemungkinan rute yang ada. Contoh lain dari pencarian local adalah teknik pencarian Beam (Beam Search) dan Simulated Annealing (SA).
  1. Genetic.
Pencarian dengan algoritma genetic meniru proses seleksi alam atau proses evolusi seperti inheritance, mutasi, seleksi, dan kombinasi ulang (crossover). Dengan algoritma genetic, diharapkan mesin dapat menghasilkan kreativitas, hal ini  melahirkan cabang kecerdasanbuatan yang dinamakan kreativitas buatan (Artifi  cial Creativity). Aplikasinya bisa jadi mengarahkan mesin untuk dapat menciptakan musik, desain, dan lain sebagainya.
Walaupun pada dasarnya bahasa pemrograman yang umum digunakan seperti Visual Basic, C++, Delphi, FoxPro, dan sebagainya memungkinkan untuk menciptakan sebuah aplikasi kecerdasan buatan, tetapi para pengembang kecerdasan buatan telah membuat bahasa pemrograman yang khusus untuk keperluan tersebut.

Thursday, February 28, 2013

Budaya dan teknologi Part 3

 landasan teori


Terlibatnya otak dalam proses permainan game yang menjadikan game entertainment salah satu sarana potensial untuk mengembangkan dan melatih kemampuan, kreativitas, konsentrasi dan daya tahan otak manusia. Lebih dari itu jika hal ini dilakukan secara tepat sejak usia dini, memungkinkan seseorang untuk mempunyai kemampuan otak yang lebih ketika beranjak dewasa, dan membuat orang tersebut sedikit lebih mudah memahami dan memasuki dunia pembelajaran akademis serta bersaing dan berinovasi di dunia kerja. Namun tentunya untuk hal ini diperlukan game yang mempunyai muatan positif dan mampu membangun karakter sebuah manusia. Karena itu kita harus selektif dalam memilih game apa yang boleh kita mainkan. Perkembangan dunia game yang sangat dahsyat dan jenis game yang bermacam-macam, mendorong terciptanya beberapa game yang “tidak membangun” dan memberikan lebih banyak dampak negatif terhadap perkembangan mental manusia. Beberapa hal positif dari perkembangan game di atas dan ladang pekerjaan yang cukup menjanjikan di dunia gaming industry, menjadikan berbagai ilmu dan metode dalam produksi game entertainment merupakan salah satu ilmu yang patut dipelajari dan dikembangkan.  ( http://webmail.informatika.org/~rinaldi/Matdis/2006-2007/Makalah/Makalah0607-13.pdf )
Permainan dapat menghasilkan sejumlah besar pencarian ruang. Hal ini cukup besar dan kompleks yang membutuhkan suatu teknik yang tangguh untuk menentukan alternative pengekpsplorasian ruang permasalahan. Teknik ini dikenal dengan nama heuristic dan dan merupakan area utama dari penelitan tentang AI. Banyak hal yang biasanya dikenal sebagai kecerdasan tampaknya berada dalam heuristic yang digunakan oleh manusia untuk menyelesaikan permasalahannya.(Anita Desiani & Muhammad Arhami, 2006 : 8 )

Thursday, February 21, 2013

Culture and technology Part 3

  the theoretical basis

       Involvement of the brain in the process of making the game play entertainment game one potential means to develop and practice skills, creativity, concentration and endurance of the human brain. More than that if this is done properly from an early age, allowing a person to have more brain capacity when growing up, and make the person a little easier to understand and enter the world of academic learning and compete and innovate in the world of work.  

        But of course this is necessary for games that have a positive charge and be able to build the character of a man. Therefore, we must be selective in choosing what games should we play. The development of very powerful game and kind of game variety, encourage the creation of some of the games that "do not build" and give more negative impact on the mental development of man. Some of the positive developments in the game and a promising field of labor in the world gaming industry, making various science and methods in the production of entertainment games is one science that should be studied and developed.

        (Http://webmail.informatika.org/ ~ rinaldi/Matdis/2006-2007/Makalah/Makalah0607-13.pdf)
Games can produce a large amount of search space. It is fairly large and complex requiring a powerful technique for determining alternative pengekpsplorasian space problems. This technique is known as heuristic and and is a major area of research on AI. Many things are commonly known as intelligence seems to be in heuristic used by humans to solve the problem. (Anita Desiani & Muhammad Arhami, 2006: 8)